kali ini saya akan share tempat-tempat wisata yang sangat indah dan menarik
yang berada di sumatera barat (minang kabau).
1.LOBANG JEPANG
LUBANG JEPANG,di bangun pada tahun 1942-1945,di bangun oleh penduduk sekitar yang di pekerjakan secara paksa,atau yang di kenal dengan nama ROMUSHA.
merupakan lorong-lorong sepanjang 1,47 km dengan 21 lorong..
yang terdiri dari lorong penyimpanan amunisi,ruang sidang,ruang penyiksaan,ruang makan romusha,dapur,tempat pengintaian,tempat penyergapan dan pintu pelarian.ini merupakan benteng pertahanan jepang saat jaman penjajahan..
dari tahun 1950 hingga sekarang lobang japeng terus melakukan renovasi dan di jadikan tempat wisata yang banyak di kunjungi,.
untuk anda yang ingin menggunakan jasa pemandu wisata cukup merogoh kocek sebesar Rp.20.000.
lokasinya pun sangat dekat dari pusat kota BUKIT TINGGI.
2.JAM GADANG.
JAM GADANG,merupakan landmark kota bukit tinggi (sumatrra baarat).
jam gadang memiliki denah dasar seluas 13x4 meter,bagian dalam jam gadang
memiliki tinggi 26 meter,
terdapat 4 sisi jam yang masing-masing memiliki ukuran 80 cm..
jam tersebut di datangkan dari rotterdam (belanda),jam gadang dijalan kan oleh
mesin mekanik yang hanya ada 2 di dunia,dimana satu lagi terpadat pada big ben di
inggris,pada bagian lonceng terdapat nama pabrik pembuat jam gadang tersebut yaitu
vortmann relinghausen,vortmann adalah nama belakang pembuat nya yaitu banhard
vortmann dan relinghausen adalah nama kota di jerman sebagai tempat pembuat jam
tersebut ada tahun 1892.
bagi anda yang ingin mengunjungi jam gadang sangat mudah karna terdapat di pusat kota bukit tinggi
yang mudah di capai dengan angkutan apapun,,
Di sekitar jam gadang terdapat andong atau sado yang disebut
Bendi untuk berkeliling-keliling di kawasan pusat kota. Untuk masyarakat biasa,
tarif yang dikenakan biasanya Rp 2.500 jauh dekat. Sementara khusus untuk
wisatawan, tarifnya bisa membengkak hingga Rp 25.000-Rp 50.000 sesuai
negosiasi.,dan banyak sekali warung yang menjual makanan khas minang kabau yang
sangat enak.
sejarah:Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah
dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de
Kock (sekarang Kota Bukittinggi) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.
Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Yazid Rajo Mangkuto, sedangkan
peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat
itu masih berusia 6 tahun.
Pembangunan Jam Gadang menghabiskan biaya sekitar 3.000 Gulden(mata
uang belanda saat itu),,,Hal itu pula yang mengakibatkan Jam Gadang kemudian
dijadikan sebagai penanda atau markah tanah dan juga titik nol Kota
Bukittinggi..
3.NGARAI SIANOK
NGARAI SIANOK, adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh,, Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan juga menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi sumatra barat.
Ngarai Sianok yang dalam jurangnya sekitar 100 m ini,
membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m, dan merupakan bagian
dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang (patahan
Semangko). Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak
lurus dan membentuk lembah yang hijau hasil dari gerakan turun kulit bumi
(sinklinal) yang dialiri Batang Sianok (batang berarti sungai, dalam bahasa
Minangkabau) yang airnya jernih. Di zaman kolonial Belanda, jurang ini
disebut juga sebagai karbouwengat atau kerbau sanget,
karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai ini.
Batang Sianok kini bisa diarungi dengan menggunakan kano
dan kayak yang disaranai oleh suatu organisasi olahraga air
"Qurays". Rute yang ditempuh adalah dari nagari Lambah sampai
jorong Sitingkai nagari Palupuh selama kira-kira 3,5 jam. Di
tepiannya masih banyak dijumpai tumbuhan langka seperti rafflesia dan
tumbuhan obat-obatan. Fauna yang dijumpai misalnya monyet ekor panjang,siamang, simpai, rusa, babi
huta, macan tutul, dan juga tapir.
Letak ngarai sianok berdampingan dengan obyek wisata lainya
yaitu lobang jepang,,
Tempat ini adalah tempat wisata populer di kota
padang(sumatra barat),selain kisah dan sejarah batu malin kundang pantai nya
juga sangat indah,sangat menakjubkan saat menikmati matahari tenggelam
(sunset),
5.JEMBATAN SITINURBAYA
JEMBATAN SITINURBAYA,adalah tempat wisata populer lainya yang terdapat di kota padang
yang terkenal dengan kisah cinta antara datuk maringgih dan siti nurbaya,
sejarah:Siti Nurbaya.Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang
jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin
paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri,
selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang
terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan
Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak
mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta
Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan
kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak(paman) Siti Nurbaya.
Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri
melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang
lebih cerah. Tak terbayangkan betapa sedihnya Syamsul Bahri yang
harus meninggalkan sang kekasih pujaan hati. Air mata Siti Nurbaya berlinang
membasahi pipi disaat melepas kekasih hatinya di pelabuhan Teluk Bayur,
dan berharap cepat kembali. Saling berkirim surat cinta adalah pengobat rindu
mereka berdua.
Tahun berlalu musim berganti, musibah datang mendera
keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga
jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya
meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri
banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk
dan berbunga pada Datuk Maringgih.
Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman
yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona
melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk
menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak
sanggup untuk membayar hutangnya.
Siti Nurbaya menolaknya, karena dia sudah punya kekasih
yakni Syamsul Bahri. Tapi Siti Nurbaya tak berdaya dan akhirnya dipersunting
oleh Datuk Maringgih yang berumur sebaya dengan ayahnya. Kabar tersebut sampai
ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri.
Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya. Datuk Maringih naik pitam dan meyebarkan fitnah yang menyudutkan Syamsul Bahri. Akhirnya ia di usir oleh ayahnya Syamsul Bahri,,, kembali ke Jakarta, diam-diam ia menyamar jadi tentara kompeni Belanda, dengan nama samaran Letnan Mas.
Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya. Datuk Maringih naik pitam dan meyebarkan fitnah yang menyudutkan Syamsul Bahri. Akhirnya ia di usir oleh ayahnya Syamsul Bahri,,, kembali ke Jakarta, diam-diam ia menyamar jadi tentara kompeni Belanda, dengan nama samaran Letnan Mas.
Datuk Maringgih menjadi benci kepada Siti Nurbaya, puncaknya
ia melampiaskan dendamnya dengan memberikan Lemang beracun kepada
pesuruhnya untuk diberikan kepada Siti Nurbaya.
sitinurbaya menemui ajalnya
setelah memakan lemang beracun kiriman Datuk Maringgih.
Pada saat tragedi Balesting (Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar
upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih), dikirimlah Letnan Mas oleh
Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting.
Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan
Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri
tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh
terkena tembakan Letnan Mas.
6.DANAU SINGKARAK.
DANAU SINGKARAK,adalah Lautan air yang jernih, sampan-sampan nelayan yang
bertebaran di permukaan danau untuk mencari ikan, ditambah pemandangan hijau di
sekitar danau. Ya, pemandangan semacam inilah yang akan Anda jumpai di Danau
Singkarak, Sumatera Barat. Danau ini berjarak sekitar 70 km dari Padang,
ibu kota Sumatera Barat.
Danau Singkarak terbentang luas dan secara administratif
masuk dalam dua wilayah kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Solok dan Tanah
Datar. Dengan luas sekitar 1.000 hektar, danau ini menjadi yang terluas kedua
di dataran Sumatera setelahDanau Toba. Danau dengan kedalaman 268 meter dan
berada di ketinggian 363,5 meter di atas permukaan laut ini termasuk dalam
jenis danau tektonik karena diperkirakan terbentuk karena pergeseran lempeng
bumi.
Meskipun tergolong luas, namun tak banyak jenis ikan yang
hidup di perairan Danau Singkarak. Hanya ada 19 jenis ikan yang tercatat hidup
di danau ini. Hal ini dimungkinkan karena terbatasnya jumlah plankton yang
menjadi makanan ikan pada umumnya. Plankton sulit hidup di sini karena tingkat
kedalaman danau yang membuat cahaya matahari tidak bisa menembus dasar danau.
Karena keindahannya, Danau Singkarak menjadi salah datu tempat
wisata yang ramai dikunjungi warga sekitar dan juga dari luar kota. Keindahan
tempat wisata ini pertama kali dikenal luas pada tahun 1905 melalui jurnal
biologi milik Ernst Haeckel, seorang peneliti dari Jerman. Tak hanya meneliti
ekosistem Danau Singkarak dan sekitarnya, Haeckel juga terkagum-kagum dengan
keindahan danau ini, sehingga membuatnya merangkum keindahan Danau Singkarak
dalam sebuah lukisan.
event:Danau Singkarak menjadi bagian dari Tour de Singkarak,
sebuah event balap sepeda tingkat internasional yang rutin diselenggarakan tiap
tahun. Tour de Singkarak didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif serta Amaury Sport Organisation, penyelenggara event serupa di
Perancis, Tour de France
Tour de Singkarak pertama kali diselenggarakan pada tahun
2009. Selanjutnya, waktu penyelenggaraannya berlangsung selama seminggu antara
bulan April - Juni dengan tujuh etape yang harus dilewati peserta. Tour de
Singkarak tak hanya sekadar lomba balap sepeda di jalan raya, namun juga
pengenalan budaya dan keindahan alam Sumatera Barat. Sepanjang rute yang harus
ditempuh, peserta akan disuguhi pemandangan keberagaman budaya Minang dan juga
keindahan alam Sumatera Barat.
Pada awalnya, Tour de Singkarak dimulai dari garis start di
kota Padang dan berakhir di Dermaga Danau Singkarak. Kemudian sejak tahun 2012,
garis start dimulai dari Sawahlunto, sebuah kota tua bersejarah di Sumatera
Barat dan berakhir di kota Padang. Meskipun tak lagi menjadi lokasi garis
finish, namun Danau Singkarak masih tetap menjadi bagian dari Tour de Singkarak
bersama dengan Danau Maninjau dan beberapa tempat wisata menarik lainnya.
makanan khas:Tercatat sekitar 19 jenis ikan yang hidup di perairan Danau
Singkarak saat ini. Salah satu dari jenis ikan tersebut adalah ikan bilih
(Mystacoleucus padangensis). Ikan bilih menjadi istimewa karena hanya bisa
hidup di danau ini saja. Banyak yang mencoba mengembangbiakkan ikan ini di luar
Danau Singkarak, namun selalu gagal karena ikan bilih selalu mati.
Ikan bilih normalnya berukuran kecil, panjang maksimalnya
hanya sekitar 10 cm dengan sisik berwarna perak berkilauan. Dari 19 jenis ikan
yang ada, ikan bilih inilah yang jumlahnya diperkirakan paling banyak di
perairan danau. Ikan bilih menjadi sumber ekonomi warga sekitar. Nelayan
menangkapnya dan menjualnya ke warung-warung. Ikan ini paling nikmat jika
digoreng dan dicocol sambal.
Selain dijual di warung-warung, ikan bilih goreng kering
juga tersedia di tempat penjualan oleh-oleh sekitar tempat wisata ini. Ikan
dikemas dalam plastik berbagai ukuran dan bisa Anda jadikan oleh-oleh khas
Danau Singkarak.
panjang danau ini sekitar 23 km..








































Tidak ada komentar:
Posting Komentar